suporter timnas piala eropa spanyol
21/07/2020 Oleh link sbobet Off

Profil Timnas Piala Eropa – Spanyol

Publik matador mendapat kejutan istimewa ketika Luis Enrique Martinez memutuskan kembali menjadi kepala pelatih timnas Spanyol. Bagaimana tidak, daripada memberi sinyal optimistis, eks pemain Barcelona dan Real Madrid ini membuat masyarakat negeri Matador tersebut deg-degan.

Yup, Luis Enrique menyatakan kalau Spanyol tak memiliki harapan berjaya di pentas Piala Eropa 2020. Ia mengaku tak yakin dengan kekuatan sekarang, meski berjaya sepanjang babak kualifikasi.

Publik dan media yakin, Luis Enrique memiliki alasan kuat sampai harus mengabarkan pesimistis tersebut jauh-jauh hari. Satu yang pasti, kata Enrique, adalah sudah berlalunya masa kejayaan.

Enrique mengerucutkan pada kekuatan terkini di internal timnas Spanyol. Menurutnya, seluruh generasi emas sudah pergi, dan membuat tim menjadi limbung. Buktinya adalah kegagalan berutun pada tiga turnamen setelah generasi emas itu mengangkat trofi pada Euro 2012.

Memang, usai menjadi jawara benua Eropa pada 2008 dan 2012, plus diselingi status juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan, sinar Spanyol redup. Mereka hanya terkenal sebagai tim yang selalu menjaga tradisi sebagia raja kualifikasi.

Sayang, begitu berperang di medan laga yang sebenarnya, Spanyol seolah kehilangan daya dobrak. Seperti tak ada tanduk milik banteng yang biasanya mengejar para penonton atau membuat susah barisan Matador.


Profil Pelatih : Luis Enrique Martinez

Namany menanjak setelah 3 tahun menangani tim Barcelona B. Pada periode tersebut, beberapa nama berhasil dibawanya promosi, atau setidaknya berhasil masuk ke tim senior klub lain ketika keluar dari La Masia.

Para pesepak bola seperti Andreu Fontàs, Thiago, Jonathan dos Santos, Nolito, Jordi Masip sampai Martin Montoya, sempat mendapat pelajaran berharga. Begitu juga dengan Oriol Romeu, Sergi Roberto dan Jonathan Soriano, yang ditempa agar bisa menjadi pemain profesional.

Tiga tahun Luis Enrique menjadi bayangan Pep Guardiola, dan membuatnya ingin keluar. AS Roma menjadi dermaga pertama, lalu ke Celta Vigo dan kembali ke Barcelona pada 2014. Tak lama, mantan gelandang ini menerima pinangan untuk menangani timnas Spanyol.

Ia memutuskan kembali pada medio November 2019 lalu setelah sempat mundur dari kursi pelatih. Beberapa pengamat menilai, Luis Enrique mendapat tugas yang teramat berat. Ia mengalami suasana yang berbeda dengan beberapa pelatih terdahulu.

Luis Enrique dianggap harus membangun tim sendiri setelah kegagalan Spanyol di pentas Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Berasal dari pelatih tim junior, Luis Enrique mulai melakukan serangkaian perubahan. Kombinasi senior dan pemain muda menjadi ramuan yang dianggap bisa membahayakan siapapun lawan Spanyol nanti di Piala Eropa 2020.

Selain sederet pemain ‘jadul’, Luis Enrique punya penggawa yang sedang berada di usia matang sebagai pesepak bola. Mereka di antaranya Dani Carvajal, Juan Bernat, Inigo Martinez, Alvaro Morata, Thiago Alcantara, Isco sampai Sergi Roberto.

Deretan nama matang tersebut bisa mengerek para pemain muda yang sudah menjadi bintang di klub. Beberapa nama tersebut antara lain Adama Traore, Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, Fabian Ruiz, Rodri sampai sang bintang muda Barcelona, Ansu Fati.

Bagi Luis Enrique, berada di Euro 2020 akan menjadi ajang pembuktian kepantasan statusnya tersebut. Maklum, RFEF sudah mencanangkan, Spanyol harus menjadi jawara pada Piala Dunia 2022.

Artinya, pada event yang diselenggarakan secara keroyokan pada musim panas nanti, Spanyol memang tak akan mengejar trofi. Hal itu tercermin dari ucapan Luis Enrique, yang pesimistis menghadapi perhelatan Euro 2020. Namun, siapa tahu ada kejutan, ya nggak Lucho?


Pemain Bintang : Rodrigo Hernández Cascante

Penggemar Spanyol harus mulai melupakan Sergio Ramos, Sergio Busquets sampai Jordi Alba ataupun Alvaro Morata. Para pelanggan skuat Tim Matador tersebut memang sudah tak diragukan lagi bakal menjadi bagian dari kekuatan pada Piala Eropa 2020.

Namun, kali ini, mereka wajib menyambut senjata baru yang punya potensi tinggi pada Euro 2020 nanti. Yup, Rodrigo Hernández Cascante bakal menjadi aura lain dari kekuatan Spanyol.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique layak mencoba Rodrigo Hernández Cascante. Secara jenjang karier, ia sudah melewati fase yang benar, yakni dari mulai timnas U-16, U-19 sampai U-21, sebelum dicomot Enrique ke level senior.

Ia juga tergolong pemain yang komplet. Hal tersebut yang membuat Pep Guardiola kesengsem, dan berhasil membujuk manajemen Manchester City untuk mengeluarkan uang lebih dari Rp1 triliun guna membawa sang pemuda ke Etihad Stadium.

Kapasitas permainan Rodrigo sejak berada di Atletico Madrid dan kini di Manchester City, tergolong konsisten. Ia hanya butuh menit bermain yang lebih banyak, terutama guna mengasah cara membaca bola.

Hebatnya, selain berposisi sebagai gelandang bertahan, Rodrigo punya kemampuan lain, yakni playmaker. Beberapa kali ia menunjukkan kemampuan itu ketika berbaju Atletico Madrid maupun Villarreal.

Pelatih yang mematangkan sepak terjang Rodrigo kala junior adalah Fran Escriba. Di tangan Escriba, kemampuan Rodrigo semakin lengkap, dan membuat Diego Simeone jatuh hati.