suporter timnas piala eropa portugal
22/07/2020 Oleh link sbobet Off

Profil Timnas Piala Eropa – Portugal

Timnas utama Portugal mengukir periode keemasan pada 2016 dengan menjuarai Piala Eropa. A Selecao bertekad mengulangi pencapaian tersebut di Piala Eropa 2020, sekaligus mempertahankan titel juara.

Setiap kali turnamen antarnegara Eropa itu digelar, Timnas Portugal kerap menyandang status sebagai satu di antara tim unggulan. Meski begitu, upaya Portugal untuk merengkuh titel juara tidak pernah berjalan mulus.

Pada Piala Eropa 1996 dan 2004, langkah Timnas Portugal terhenti pada perempat final. Adapun edisi 1984, 2000, dan 2012 kandas pada fase semifinal.

Sementara itu, ketika berstatus tuan rumah pada 2004, A Selecao gagal mengatasi perlawanan Yunani pada partai final. Bertanding di Estadio da Luz, 4 Juli 2004, Timnas Portugal menyerah 0-1 dari Yunani.

Hingga akhirnya, segala perjuangan, keringat, dan air mata yang dikucurkan pemain Portugal terbayar lunas di Piala Eropa 2016. Menembus final dan bersua tim tuan rumah Prancis di Stade de France, 10 Juli 2016, A Selecao menang 1-0.

Gol tunggal kemenangan Timnas Portugal disarangkan Eder pada menit ke-109. Bagi Portugal, itu adalah trofi perdana di turnamen elite antarnegara, baik itu di Piala Eropa ataupun Piala Dunia.

Berstatus sebagai juara bertahan, A Selecao dijagokan kembali merengkuh titel juara pada tahun ini. Apalagi, mereka berpeluang diperkuat pemain-pemain bintang yang meraih trofi juara pada empat tahun lalu, mulai Joao Moutinho, Eder, dan juga Cristiano Ronaldo.

Selain itu, Timnas Portugal memiliki pemain-pemain muda berkualitas, semacam Ruben Dias, Bernardo Silva, Ruben Neves, dan Joao Felix. Andai mampu keluar sebagai juara, Portugal akan menjadi negara kedua setelah Spanyol yang berhasil mempertahankan trofi Piala Eropa.


Profil Pelatih: Fernando Santos

Pelatih berusia 65 tahun tersebut mulai menangani Timnas Portugal pada 23 September 2014. Santos menggantikan Paulo Bento, yang meninggalkan jabatan itu pada 11 September 2014.

Awal karier Fernando Santos bersama Portugal diwarnai kontroversi. Dia dijatuhi larangan tampil dalam delapan laga, akibat kartu merah ketika masih menangani Yunani.

Santos diganjar kartu merah oleh wasit Benjamin Williams, karena dinilai melecehkan ofisial pertandingan ketika Timnas Yunani kalah adu penalti 3-5 (imbang 1-1) dari Kosta Rika pada laga 16 besar Piala Dunia 2014.

Dia mengajukan banding kepada FIFA pada 24 September 2014, dan ditolak. Dia lantas mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada 13 Oktober 2014, CAS mencabut untuk sementara sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Santos.

Pada 23 Maret 2015, CAS menetapkan keputusan final, yaitu mengurangi sanksi larangan tampil dalam delapan laga menjadi empat pertandingan, dengan dua di antaranya ditangguhkan untuk jangka waktu enam bulan dan akan diberlakukan jika Fernando Santos melakukan pelanggaran.

Santos memimpin Timnas Portugal untuk kali pertama pada laga persahabatan melawan Prancis, 11 Oktober 2014. Dalam pertandingan tersebut, A Selecao kalah 1-2 dari Les Blues.

Meski sempat diragukan, dia berhasil membawa Portugal meraih tiket lolos ke putaran final Piala Eropa 2016. Timnas Portugal mengakhiri fase grup kualifikasi dengan nilai 21 dan catatan memasukkan-kemasukan 11-5 gol.

Setelah penuh perjuangan, Fernando Santos berhasil membawa A Selecao merengkuh titel juara Piala Eropa empat tahun lalu. Berkat taktik 4-4-2 yang diterapkan mantan pelatih Benfica itu, Portugal sukses membungkam Timnas Prancis dengan skor 1-0 pada partai final.

Performa impresif Timnas Portugal di bawah asuhan Santos terus berlanjut. Portugal berhasil menjuarai UEFA Nations League 2018-2019 setelah mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 pada partai final di Estadio do Dragao, 9 Juni 2019.

Selain itu, A Selecao juga berhasil lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Fernando Santos membuat Timnas Portugal di peringkat kedua Grup B dengan poin 17, unggul tiga poin atas Ukraina yang ada di puncak grup.

Dengan performa yang terus menanjak, Portugal di bawah asuhan Fernando Santos masih dijagokan merengkuh titel juara Piala Eropa 2020. Lantas, mampukah Santos mewujudkan ambisi tersebut? Layak untuk dinantikan.


Pemain Kunci: Bernardo Silva

Timnas Portugal tidak bisa lepas dari sosok Cristiano Ronaldo. Berkat kontribusi penyerang Juventus tersebut, Portugal berhasil merengkuh titel juara Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2018-2019.

Meski begitu, A Selecao tak hanya Ronaldo. Timnas Portugal memiliki beberapa pemain bintang yang diyakini bakal menjadi pilar penting di Piala Eropa 2020, satu di antaranya Bernardo Silva.

Winger Manchester City tersebut mulai memperkuat Portugal pada 2015. Duel kontra Cape Verde di Estadio Antonio Coimbra da Mota, 31 Maret s2-15, menjadi laga perdana Silva bersama A Selecao. Namun, laga debut Bernardo Silva tak berakhir indah karena Timnas Portugal takluk 0-2.

Sejak saat itu, pemain berusia 25 tahun tersebut rutin mendapat panggilan memperkuat Portugal. Sayangnya, dia harus absen membela A Selecao di Piala Eropa 2016 akibat dihantam cedera paha.

Gagal berlaga dan merasakan trofi Piala Eropa 2016, tak membuat Bernardo Silva patah arang. Dia terus memperlihatkan performa terbaiknya, dan kembali dipanggil pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos, untuk tampil di Piala Konfederasi 2017, Piala Dunia 2018, dan UEFA Nations League 2018-2019.

Mantan pemain AS Monaco itu berkontribusi membawa Portugal meraih status peringkat ketiga Piala Konfederasi, dan puncaknya adalah merengkuh titel juara UEFA Nations League.

Di ajang UEFA Nations League 2018-2019, Bernardo Silva berhasil mencetak satu gol dan tiga assist dari lima laga. Berkat performanya itu, Silva dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.

Silva diprediksi akan memperlihatkan magisnya di Piala Eropa 2020. Apalagi, dia masih menjadi pilar penting bersama Manchester City. Pada musim ini, Bernardo Silva mampu mencetak tujuh gol dan delapan assist dari 37 laga.


Jalan Menuju Piala Eropa 2020

Pada fase kualifikasi Piala Eropa 2020, Timnas Portugal tergabung di Grup B bersama Ukraina, Serbia, Luksemburg, dan Lithuania. Dihuni sederet pemain bintang, Portugal dijagokan bakal melenggang mudah ke putaran final.

Nyatanya, A Selecao kerepotan memetik tiga poin. Pada laga perdana kontra Ukraina di Estadio da Luz, 22 Maret 2019, Timnas Portugal harus puas bermain imbang 0-0.

Pada laga kedua, Portugal masih belum mampu meraih hasil bagus. Meski diperkuat Cristiano Ronaldo, Timnas Portugal hanya mampu meraih hasil 1-1 kontra Serbia di Estadio da Luz, 25 Maret 2019.

Perlahan, A Selecao mulai memperlihatkan performa terbaiknya. Mereka berhasil membungkam Serbia dengan skor 4-2, menang 5-1 dan 6-0 atas Lithuania, serta mengalahkan Luksemburg dengan skor 3-0 dan 2-0.

Satu-satunya kekalahan yang diterima Timnas Portugal pada fase kualifikasi Piala Eropa 2020 adalah ketika melawat ke markas Ukraina, di NSC Olimpiyskiy Stadium, 14 Oktober 2019. Dalam laga tersebut, Cristiano Ronaldo dkk. menyerah dengan skor 1-2.

Meraih lima kemenangan, dua hasil imbang, dan sekali kalah dari delapan laga membuat Timnas Portugal lolos ke putaran final dengan status runner-up Grup B. Mereka mengoleksi 17 poin, tertinggal tiga angka dari Ukraina di urutan teratas.