suporter timnas piala eropa italia
18/07/2020 Oleh link sbobet Off

Profil Timnas Piala Eropa – Italia

Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Seakan menjadi dosa besar, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) langsung berbenah. Diawali momen pengunduran diri Presiden FIGC ketika itu, Carlo Tavecchio, sebagai pertanggungjawaban karena gagal lolos, sepak bola Italia seperti kembali ke titik nol. Mereka benar-benar memulai semuanya dari bawah.

Pemain yang sudah melewati usia emas mulai digeser dan digantikan pemain muda dengan usia rata-rata 24 tahun.

Jajaran tim pelatih juga dirombak. Dari pelatih gaek Gian Piero Ventura, mula-mula diisi Luigi Di Biagio sebagai caretaker. Baru kemudian dipilih sosok definitif, Roberto Mancini.

Di bawah Roberto Mancini, Timnas Italia seperti berganti wajah. Banyak muka baru yang selama ini tidak dapat banyak menerima panggilan dari timnas.

Pemain berusia di atas 30 tahun yang menerima pemanggilan, baik uji coba maupun pertandingan resmi seperti kualifikasi timnas Piala Erop 2020 Italia, jumlahnya bisa “dihitung dengan jari”. Ini merupakan bentuk revolusi Italia.

Di posisi kiper utama ada Gianluigi Donnarumma. Kiper ajaib dari AC Milan yang sudah naik daun di usia 16 tahun. Kalau bukan karena cedera, Donnarumma selalu menjadi kiper utama Italia.

Lalu di lapangan belakang, tengok pemain macam Alessio Romagnoli, Alessandro Florenzi, hingga Giovanni Di Lorenzo. Usianya tidak ada yang lebih dari 28 tahun di tahun kemarin, saat berlangsungnya kualifikasi Piala Eropa 2020. Mereka hanya dilapis dua bek tengah senior, Leonardo Bonucci dan Francesco Acerbi.

Ciro Immobile menjadi simbol ujung tombak Timnas Italia. Di usia 30 tahun, ia sedang dalam puncak permainan. Pola permainannya pun cocok dengan sistem yang dikembangkan Roberto Mancini.

Sesuai undian yang digelar beberapa bulan lalu, Timnas Italia tergabung di Grup A. Satu tempat bersama Turki, Swiss, dan Wales. Dalam undian yang dilakukan itu Italia menempati Pot 1 atau pot unggulan.

Profil Pelatih: Roberto Mancini

Roberto Mancini adalah pilihan paling tepat FIGC untuk mengisi jabatan pelatih Timnas Italia. Riwayat kariernya terlalu bagus kalau harus disia-siakan.

Prestasi paling utama Roberto Mancini adalah sudah menaklukkan ganasnya dua kompetisi top Eropa, Serie A Italia dan Premier League. Selain La Liga, Serie A Italia dan Premier League diyakini kompetisi paling sulit.

Pengalaman itu membuatnya unggul dalam penilaian yang dilakukan FIGC untuk kandidat pelatih Timnas Italia sepeninggal Gian Piero Ventura.

Praktis, ketika itu hanya Antonio Conte yang menjadi pesaing Roberto Mancini. Massimiliano Allegri? Baru jago di Italia bersama AC Milan dan Juventus.

Namun, Antonio Conte belum lama menangani Timnas Italia, sebelum mundur dan melatih Chelsea. Jadi, pilihan paling bagus adalah Roberto Mancini. Ia belum pernah melatih Timnas Italia.

Terbukti pilihan terhadap Roberto Mancini tidak salah. Italia dibawanya begitu gila di kualifikasi Piala Eropa 2020. Italia jadi negara kedua, setelah Belgia, yang memastikan lolos ke putaran final.

Kini, tantangan sudah di depan mata. Roberto Mancini bakal membawa ke ajang sesungguhnya. Piala Eropa 2020. Akankah tuah juara Roberto Mancini di Serie A dan Premier League menular di Piala Eropa 2020? Kita tunggu saja.

Pemain Bintang: Ciro Immobile

Ciro Immobile? Pemain yang belum pernah meraih trofi juara di liga itu sekarang duduk sebagai top scorer di kompetisi top Eropa.

Saat dikontrak Juventus (2009-2012), Ciro Immobile lebih banyak disekolahkan ke klub lain. Jadi tidak heran saat Juventus bergelimang gelar, Ciro Immobile tidak merasakannya karena sedang “sekolah”.

Ketika direkrut Borussia Dortmund pada 2014-2015, ia juga tidak mendapat kepercayaan. Ia sempat dipinjamkan ke Sevilla. Sejak 2016, Ciro Immobile akhirnya diselamatkan Lazio. Dibawa pulang ke Italia.

Kini, Ciro Immobile tampak lebih matang. Lebih siap untuk meraih gelar, baik level klub maupun individu. Di level klub sekarang ini Lazio sedang bersaing ketat dengan Juventus di Serie A.

Kalau di level individu, Ciro Immobile adalah predator paling ganas di kompetisi top Eropa. Top scorer Premier League, La Liga, Ligue 1, sampai Bundesliga lewat semua dengan catatan gol Ciro Immobile.

Saat ini Ciro Immobile sudah memiliki 27 gol, dengan 10 diantaranya lewat titik penalti. Jauh meninggalkan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang baru 21 gol.

Performa Ciro Immobile ini menguntungkan Timnas Italia. Ia menjadi andalan pelatih Roberto Mancini sebagai ujung tombak Italia.

Dari barisan penyerang Timnas Italia, usia Ciro Immobile memang paling senior. Ia sudah 30 tahun. Sementara rekan-rekannya belum ada yang masuk usia kepala tiga.

Itulah mengapa, Piala Eropa 2020 menjadi tantangan besar buat Ciro Immobile untuk membuktikan dirinya adalah predator sejati. Tidak hanya di level kompetisi domestik, tetapi juga turnamen mayor Eropa.

Perjalanan ke Piala Eropa 2020

Perjalanan Timnas Italia ke putaran final terbilang mulus. Hampir tidak ada kendala  berarti yang dihadapi Moise Kean dkk. sejak awal penyisihan.

Di fase penyisihan grup, Gli Azzurri tergabung di Grup J bersama Armenia, Bosnia, Finlandia, Yunani, dan Liechtenstein. Pertandingan di grup ini berlangsung pada 23 Maret-18 November 2019.

Keenam tim bertemu kandang dan tandang dalam format round-robin. Dua tim teratas, langsung mendapat tiket lolos ke putaran final. Sementara, ada pula yang masuk ke zona play-off berdasarkan penampilan di UEFA Nations League 2018-2019.

Sejak partai pertama, melawan Finlandia, pada 23 Maret 2019, hingga laga terakhir di Grup J, menghadapi Armenia pada 18 November 2019, Italia sama sekali tak tersentuh kekalahan.

Selain selalu menang, statistik yang dibukukan dari 10 pertandingan juga cukup oke. Mereka memasukkan 37 gol dan hanya kemasukkan empat gol saja.

Statistik itu hanya kalah dari Belgia, yang jadi penguasa di Grup I. Belgia mencatatkan 40 gol memasukkan dan hanya kebobolan tiga gol.

Kevin de Bruyne dkk. juga jadi negara pertama yang memastikan lolos ke putaran final. Italia menjadi negara kedua yang menyusul Belgia.

Skor kemenangan terbesar Gli Azzurri di Grup J tercipta saat melibas Armenia pada 18 November 2019. Italia pesta gol 9-1 atas tim tamu di Stadio Renzo Barbera, Palermo.

Liechtenstein juga jadi lumbung gol Alessio Romagnoli dkk. Pada dua partai kandang dan tandang, masing-masing dengan skor 6-0 (26/3/2019) serta 5-0 (15/10/2019).