suporter timnas piala eropa inggirs menang EURO
20/07/2020 Oleh link sbobet Off

Profil Timnas Piala Eropa – Inggris

Mereka yang ikut bagian dari timnas Inggris boleh saja berbangga hati memiliki kompetisi paling populer di seantero dunia, Premier League. Bintang-bintang berkelas berlaga di kompetisi ini dan klub-klub Liga Inggris merajai kompetisi Eropa.

Inggris tercatat baru sekali merasakan trofi Piala Dunia, yakni pada tahun 1966 yang digelar di negara mereka. Tapi sayang sekali, The Three Lions belum pernah berjaya di panggung Piala Eropa. Pencapaian tertinggi Timnas Inggris adalah fase semifinal pada edisi 1996. Catatannya, turnamen tersebut berlangsung di negara mereka alias Inggris jadi tuan rumah.

Padahal Timnas Inggris jadi salah satu tim populer di seluruh dunia. Mereka punya penggemar berlimpah, termasuk di negara kita, Indonesia. Pada setiap generasi, Inggris selalu punya bintang-bintang top.

Harapan bisa banyak berbicara di ajang Piala Eropa 2020 kembali mencuat. Harapan tertumpu pada sosok pelatih muda Gareth Southgate.

Di tangan Southgate, Inggris menciptakan sensasi pada Piala Dunia 2018 Rusia. Tak dihitung pengamat bisa berbicara banyak, Tim Tiga Singa lolos ke semifinal. Hal itu jadi pencapaian luar biasa, karena kali terakhir Inggris tercatat lolos ke fase semifinal pada 1990 di Italia.

Hebatnya, Gareth Southgate melaju hanya dengan berbekal pemain muda. Banyak di antara mereka namanya tak mentereng, seperti Marcus Rashford, Harry Kane, Dele Alli, Harry Maguire, Jordan Pickford, sampai John Stones. Semua itu menjadi deretan young guns yang disebut-sebut sebagai generasi emas Timnas Inggris.

Pada pertengahan medio 1990 hingga 2000-an, Timnas Inggris pernah punya generasi emas. Mereka bertabur bintang. Sayangnya pemain berkelas, seperti Frank Lampard, David Beckham, Steven Gaerrard, Gary Neville dan Wayne Rooney, gagal menyajikan prestasi.

Nah, generasi emas terkini Inggris dinilai berbeda dengan pendahulunya. Pemain-pemain yang ada lebih kompak, karena mayoritas di antara mereka tipikal pemain yang tak hidup dalam gemerlap ketenaran. Mereka fokus pada sepak bola, tak terjebak menjadi selebrita.

Kedalaman skuat membuat Timnas Inggris langkahnya mulus di fase kualifikasi. Inggris memuncaki Grup A dengan rekor hanya sekali kalah dari delapan pertandingan. Tujuh laga dimenangi Harry Kane dkk.


Profil Pelatih : Gareth Southgate

Southgate adalah bek tangguh yang tak tergantikan di jantung pertahanan Inggris. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di Middlesbrough, kemudian meretas status sebagai pelatih usai pensiun.

Saat dipromosikan ke level senior. Banyak yang ragu dengan kemampuan Gareth Southgate karena minim pengalaman. Di level klub kinerjanya cenderung biasa-biasa saja.

Tapi, FA punya pertimbangan khusus memilih sang mentor pada 27 September 2016 itu. Ia pelatih yang mendampingi pemain-pemain muda di level U-21 yang jadi motor Inggris senior saat ini. Ia dinilai memahami kemampuan individu dan psikologis mereka.

Nyatanya, arsitek kelahiran 3 September 1970 itu memberi bukti kualitasnya menangani serdadu belia di Piala Dunia 2018. Gareth Southgate dinilai berhasil membentuk karakter permainan Inggris.

Timnas Inggris bermain ofensif dengan penekanan penguasaan bola. Mirip-mirip gaya bermain Barcelona dan Spanyol. Idenya memainkan strategi tiga bek (3-5-2 dan 3-4-3) membuat Inggris bermain amat agresif.


Profil Pemain Bintang : Raheem Sterling

Raheem Sterling jadi aset berharga bagi Timnas Inggris di Piala Eropa 2020 mendatang. Kini, Ia jadi satu di antara penyerang sayap terbaik dunia. Pemain yang mencuri perhatian publik lewat aksinya di Piala Dunia 2014, kini kian matang di tangan pelatih, Pep Guardiola.

Pep berjasa besar mengerek level permainan penyerang kelahiran 8 Desember 1994 tersebut. Raheem Sterling kini tak hanya jadi pemain yang berbahaya mengganggu pertahanan lawan dengan modal kecepatan dan dribel yang memesona, ia kini jadi pemain yang tajam dalam urusan mencetak gol.

Bersama Manchester City, musim ini ia tampil mengesankan, terutama di pentas Premier League. Ia jadi andalan skema ofensif Pep Guardiola yang ditakuti lawan tiga musim terakhir.

Gareth Southgate berharap produktivitas sang pemain menular ke Timnas Inggris. Sejak pertama kali menjalani debut pada 14 November 2012, Sterling tercatat telah mencetak 12 gol dati 56 penampilan. Kalah jauh dibanding Harry Kane, yang jadi andalan produktivitas The Three Lions.

Kane saat ini sedang menjalani proses penyembuhan cedera hamstring parah. Banyak yang ragu ia bakal on-fire di Piala Eropa 2020. Inggris butuh mesin gol alternatif untuk menjaga level produktivitas saat mengarungi laga-laga berat Euro. Jawabannya bisa jadi ada di Raheem Sterling.


Jalan Menuju Piala Eropa 2020

Satu-satunya kekalahan yang didapat Jordan Hendersen dkk. adalah saat mereka kalah 1-2 melawan Republik Ceska. Inggris jadi tim paling produktif di Benua Biru dengan lesakan 37 gol.